Alhamdulillan per 28 agustus 2008 saya dinyatakan lulus dari universitas airlangga surabaya. Meski kelulusan saya tidak fenomenal paling tidak nilainya tidak mengecewakan, setidaknya untuk target pribadi saya.
Kelulusan ini berarti kebahagian dan kepedihan. Bahagia karena saya bersyukur diberi ridlo oleh Allah untuk menyandang gelar SE (sudah expired-wkwkwkwk). Kepedihan karena akhirnya saya menjadi bagian dari permasalahan yang dihadapi bangsa ini-pengangguran. Yah saya tidak lagi memiliki status yang membanggakan, saya bukan lagi seorang iron stock a.k.a mahasiswa, saya sekarang puing diantara reruntuhan. setidaknya untuk saat ini. saya berharap saya tidak terlalu lama berada di fase ini dan segera meenjadi agent perubahan yang senyata-nyatanya.
karena hidup adalah pilihan
Judul tulisan ini memang saya buat sedemikian rupa, bukan saja karena kebimbangan yang saya rasakan tetapi juga karena pilihan didepan mata yang harus segera saya putuskan. Terlalu sibuk dalam mengerjakan skripsi rupanya telah membutakan mata saya akan pilihan yang harus saya ambil didepan. selama 12 bulan, hanya ada skripsi...skripsi...skrisi...Yang penting skripsi kelar dulu yang lain dipikir belakangan, begitu pikir saya. Rupanya saya sedikit (klo mo ngeles daripada di bilang banyak he he) keliru dengan pikiran yang saya buat. selulus dari S1 pilihan2 itu dengan cepat mengisi relung2 hati. duh mo kemana nih, yang lain udah pada dapet pilihan, kok aku belum ya. dalam istilah jawa sawang tinawang. melihat teman yang sudah ini itu membuat kita berpikir, WoW ranum sekali rumput disebelah rumah, rumah sebelah lebih besar, dll.
Setelah satu bulan berselang satu hal yang saya sadari, bahwa saya terlalu sempit dalam menentukan arah tujuan saya. Apakah saya tidak memiliki tujuan? tidak saya punya, dan saya akan berusaha kesana, hanya saja saya kurang memperhitungkan timing dengan tepat. Sebagai calon sarjana baru (fresh graduate) seharusnya kita memiliki banyak rencana cadangan dan banyak mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masa depan yang kita inginkan.
Saya ingin menjadi seorang akuntan publik kalau tidak ya kuliah lagi masuk profesi. nah disini letak kesalahan saya. kaca mata kuda yang saya kenakan mengakibatkan saya hanya fokus pada dua hal ini. Mending kalo fokusnya secara global, nah ini tidak, udah pilihan cuma dua, pilihannya spesifik pula. KAP "X" dan PPAk "Y". keterbatasan informasi yang saya kumpulkan perlahan membunuh saya sendiri perlahan2. Saya tidak punya informasi lain, saya buntu, saya pening. Ketika KAP "X" tersebut belum melakukan perekrutan dalam waktu dekat, saya terpaksa menunggu, dan itu membuang waktu. PPAk juga belum akan dibuka dalam waktu dekat dan itu, sekali lagi, membuang waktu. sadar akan itu saya mencoba mengejar ketertinggalan, segala info coba saya kumpulkan. Tetapi kita semua tahu apa yang kita persiapkan dalam waktu mendesak hasilnya tidak akan sempurna. informasi yang saya terima kebanyakan basi, atau mepet waktu pengumpulannya. Akibatnya... Masukin lamaran banyak yang kepanggil sampai satu bula ini baru satu. hiks menyedihkan.
Untuk calon2 yang berikutnya, buat sebanyak mungkin pilihan dan kumpulkan informasi dari masing2 pilihan sebanyak2nya. karena hidap bukan hanya sekedar membuat pilihan, tetapi juga kemampuan kita untuk membuat pilihan yang tepay di waktu yang tepat. make a right decision in a right time (maaf klo inggrisnya belepota, grammer saya kacau wkwkwkwkwk)
Wassalam
7 Oktober 2008
19:41
Kelulusan ini berarti kebahagian dan kepedihan. Bahagia karena saya bersyukur diberi ridlo oleh Allah untuk menyandang gelar SE (sudah expired-wkwkwkwk). Kepedihan karena akhirnya saya menjadi bagian dari permasalahan yang dihadapi bangsa ini-pengangguran. Yah saya tidak lagi memiliki status yang membanggakan, saya bukan lagi seorang iron stock a.k.a mahasiswa, saya sekarang puing diantara reruntuhan. setidaknya untuk saat ini. saya berharap saya tidak terlalu lama berada di fase ini dan segera meenjadi agent perubahan yang senyata-nyatanya.
karena hidup adalah pilihan
Judul tulisan ini memang saya buat sedemikian rupa, bukan saja karena kebimbangan yang saya rasakan tetapi juga karena pilihan didepan mata yang harus segera saya putuskan. Terlalu sibuk dalam mengerjakan skripsi rupanya telah membutakan mata saya akan pilihan yang harus saya ambil didepan. selama 12 bulan, hanya ada skripsi...skripsi...skrisi...Yang penting skripsi kelar dulu yang lain dipikir belakangan, begitu pikir saya. Rupanya saya sedikit (klo mo ngeles daripada di bilang banyak he he) keliru dengan pikiran yang saya buat. selulus dari S1 pilihan2 itu dengan cepat mengisi relung2 hati. duh mo kemana nih, yang lain udah pada dapet pilihan, kok aku belum ya. dalam istilah jawa sawang tinawang. melihat teman yang sudah ini itu membuat kita berpikir, WoW ranum sekali rumput disebelah rumah, rumah sebelah lebih besar, dll.
Setelah satu bulan berselang satu hal yang saya sadari, bahwa saya terlalu sempit dalam menentukan arah tujuan saya. Apakah saya tidak memiliki tujuan? tidak saya punya, dan saya akan berusaha kesana, hanya saja saya kurang memperhitungkan timing dengan tepat. Sebagai calon sarjana baru (fresh graduate) seharusnya kita memiliki banyak rencana cadangan dan banyak mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masa depan yang kita inginkan.
Saya ingin menjadi seorang akuntan publik kalau tidak ya kuliah lagi masuk profesi. nah disini letak kesalahan saya. kaca mata kuda yang saya kenakan mengakibatkan saya hanya fokus pada dua hal ini. Mending kalo fokusnya secara global, nah ini tidak, udah pilihan cuma dua, pilihannya spesifik pula. KAP "X" dan PPAk "Y". keterbatasan informasi yang saya kumpulkan perlahan membunuh saya sendiri perlahan2. Saya tidak punya informasi lain, saya buntu, saya pening. Ketika KAP "X" tersebut belum melakukan perekrutan dalam waktu dekat, saya terpaksa menunggu, dan itu membuang waktu. PPAk juga belum akan dibuka dalam waktu dekat dan itu, sekali lagi, membuang waktu. sadar akan itu saya mencoba mengejar ketertinggalan, segala info coba saya kumpulkan. Tetapi kita semua tahu apa yang kita persiapkan dalam waktu mendesak hasilnya tidak akan sempurna. informasi yang saya terima kebanyakan basi, atau mepet waktu pengumpulannya. Akibatnya... Masukin lamaran banyak yang kepanggil sampai satu bula ini baru satu. hiks menyedihkan.
Untuk calon2 yang berikutnya, buat sebanyak mungkin pilihan dan kumpulkan informasi dari masing2 pilihan sebanyak2nya. karena hidap bukan hanya sekedar membuat pilihan, tetapi juga kemampuan kita untuk membuat pilihan yang tepay di waktu yang tepat. make a right decision in a right time (maaf klo inggrisnya belepota, grammer saya kacau wkwkwkwkwk)
Wassalam
7 Oktober 2008
19:41
0 komentar:
Poskan Komentar